Selasa, 27 Februari 2018

LATAR BELAKANG, VISI DAN MISI SMA BORNEO BENGKAYANG

A
LATAR  BELAKANG

Dalam upaya menjawab tantangan dan persaingan bebas , kehadiran Yayasan Pendidikan Borneo  Bengkayang merupakan wujud nyata Lembaga Pendidikan yang me-miliki komitmen dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bengkayang sesuai dengan semangat otonomi daerah.
Tamatan SMP Negeri dan Swasta di kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang belum tertampung di SMA yang ada. Kehadiran SMA Borneo Bengkayang adalah untuk memberikan kepastian dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat  dari  berbagai lapisan , suku , agama dan budaya.
Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Borneo Bengkayang hadir di tengah masyarakat yang berusaha mencari pendidikan yang ber-kualitas dengan didasari Iman dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keha-dirannya menawarkan pendidikan yang  plus.
B
VISI DAN MISI

VISI SMA BORNEO BENGKAYANG :
Menjadikan SMA Borneo Bengkayang sebagai lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan insan-insan terdidik , berpres-tasi dalam segala segi , berbudaya dan beretika serta menumbuh-kembangkan sikap kebersamaan dalam suasana yang religius
MISI  SMA BORNEO BENGKAYANG :

1.
Meningkatkan mutu pendidikan dan teknologi tepat guna.

2.
Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan bimbingan yang efektif

3.
Menumbuhkembangkan iklim persaingan yang sehat

4.
Menggali , mengembangkan dan menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa secara maksimal

5.
Menumbuhkembangkan minat siswa dalam seni dan budaya dengan tidak melupakan seni dan budaya daerah

6.
Menumbuhkan rasa tanggung jawab warga sekolah dalam mengem-bangkan dan memajukan sekolah

7.
Membiasakan siswa untuk hidup disiplin terhadap waktu , terhadap tata tertib sekolah serta membiasakan untuk disiplin dalam giat belajar sehingga menjadi kebiasaan dalam kehidupannya

8.
Melaksanakan bimbingan dalam peng-hayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut siswa serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
C.
KURIKULUM

Kurikulum yang berlaku di SMA Borneo Bengkayang mulai kelas X menggunakan K13, XI s.d. XII sudah menggunakan KTSP dengan tetap menjadikan Bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran plus / unggulan. Untuk memperoleh lulusan yang berkualitas , maka SMA Borneo Bengkayang terus berbenah diri dalam memenuhi tuntutan UU nomor 20 tahun 2003 tentang 8 Standar Nasional Pendidikan. Perbaikan proses pembelajaran , Penam-bahan Pendidik dan   Tenaga  Kependidikan  yang   memenuhi  kualifikasi  akademik  serta pengelolaan yang lebih profesional
D.
PENANGGUNG JAWAB

Sekolah Menengah Atas (SMA) Borneo Bengkayang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Borneo Bengkayang dengan Akte Notaris No. 28 tanggal 29 April 2000.  SMA Borneo Bengkayang didirikan dengan Surat Izin Operasional (SIO) Nomor 421.3/ 642/Pend/2001 dan Izin Prinsip dari Bupati Bengkayang Nomor 421/882/ Sos/2001

Motivasi Belajar Pada Siswa SMA

A. Latar Belakang
Lembaga pendidikan (sekolah) merupakan wadah para siswa dalam menggali ilmu pengetahuan, salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi tingkat hasil belajar siswa adalah motivasi belajar yang ada pada diri siswa. Adanya motivasi belajar yang kuat membuat siswa belajar dengan tekun yang pada akhirnya terwujud dalam hasil belajar siswa tersebut. Oleh karena itulah motivasi belajar hendaknya ditanamkan pada diri siswa agar dengan demikian ia akan dengan senang hati akan mengikuti materi pelajaran yang diajarkan oleh gurudi sekolah. Perlu ditanamkan pada diri siswa bahwa dengan belajarlah akan mendapatkan pengetahuanyang baik, siswa akan mempunyai bekal menjalani kehidupannya di kemudian hari. Hal-hal yang dapat mempengaruhi motivasi belajar pada diri siswa dapat timbul dari dirinya sendiri, lingkungan sekolah maupun dari lingkungan keluarga. Dari lingkungan sekolah misalnya guru di samping mengajar juga hendaknya menanamkan motivasi belajar kepada siswa yang diajarnya. Banyak siswa yang tidak termotivasi belajar mengakibatkan hasil belajarnya menurun. Oleh karena itulah sekolah hendaknya mengkondisikan lingkungannya sedemikian rupa dengan demikian siswa akan termotivasi untuk belajar. Mengingat akan pentingnya motivasi belajar ini dalam kegiatan belajar mengajar, maka sudah seharusnya berbagai pihak yang terkait dengan bidang pendidikan menaruh perhatian sebaik-baiknya.
B. Pengertian Motivasi Belajar
Pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, menggarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Motivasi belajar adalah suatu perubahan tenaga di dalam diri seseorang (pribadi) yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan (Frederick J. Mc Donald dalam H. Nashar, 2004:39). Tetapi menurut Clayton Alderfer dalam H. Nashar (2004:42) Motivasi belajar adalah kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan diri secara optimum, sehingga mampu berbuat yang lebih baik, berprestasi dan kreatif (Abraham Maslow dalam H. Nashar, 2004:42). Kemudian menurut Clayton Alderferdalam H. Nashar, 2004:42) motivasi belajar adalah suatu dorongan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang (individu) untuk bertindak atau berbuat mencapai tujuan, sehingga perubahan tingkah laku pada diri siswa diharapkan terjadi.
Jadi motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar dengan senang dan belajar secara sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbentuk cara belajar siswa yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi kegiatan-kagiatannya.
C. Unsur-Unsur Motivasi Belajar
Menurut Dimyati dan Mudjiono (1994:89-92) ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar,yaitu:
  • Cita-cita atau aspirasi siswa
Cita-cita dapat berlangsung dalam waktu sangat lama, bahkan sepanjang hayat. Cita-cita siswa untuk ”menjadi seseorang” akan memperkuat semangat belajar dan mengarahkan pelaku belajar. Cita- cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsik maupun ektrinsik sebab tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan aktualisasi diri.
  • Kemampuan Belajar
Dalam belajar dibutuhkan berbagai kemampuan. Kemampuan ini meliputi beberapa aspek psikis yang terdapat dalam diri siswa. Misalnyapengamatan, perhatian, ingatan, daya pikir dan fantasi. Di dalam kemampuan belajar ini, sehingga perkembangan berfikir siswa menjadi ukuran. Siswa yang taraf perkembangan berfikirnya konkrit (nyata) tidak sama dengan siswa yang berfikir secara operasional (berdasarkan pengamatan yang dikaitkan dengan kemampuan daya nalarnya).
Jadi siswa yang mempunyai kemampuan belajar tinggi, biasanya lebih termotivasi dalam belajar, karena siswa seperti itu lebih sering memperoleh sukses oleh karena kesuksesan memperkuat motivasinya.
  • Kondisi Jasmani dan Rohani Siswa
Siswa adalah makhluk yang terdiri dari kesatuan psikofisik. Jadi kondisi siswa yang mempengaruhi motivasi belajar disini berkaitan dengan kondisi fisik dan kondisi psikologis, tetapi biasanya guru lebih cepat melihat kondisi fisik, karena lebih jelas menunjukkan gejalanya dari pada kondisi psikologis. Misalnya siswa yang kelihatan lesu, mengantuk mungkin juga karena malam harinya bergadang atau juga sakit.
  • Kondisi Lingkungan Kelas
Kondisi lingkungan merupakan unsur-unsur yang datangnya dari luar diri siswa. Lingkungan siswa sebagaimana juga lingkungan individu pada umumnya ada tiga yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Jadi unsur-unsur yang mendukung atau menghambat kondisi lingkungan berasal dari ketiga lingkungan tersebut. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan cara guru harus berusaha mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menampilkan diri secara menarik dalam rangka membantu siswa termotivasi dalam belajar.
  • Unsur-unsur Dinamis Belajar
Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang keberadaannya dalam proses belajar yang tidak stabil, kadang lemah dan bahkan hilang sama sekali.
  • Upaya Guru Membelajarkan Siswa
Upaya yang dimaksud disini adalah bagaimana guru mempersiapkan diri dalam membelajarkan siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikannya, menarik perhatian siswa.
D. Fungsi Motivasi Belajar
Menurut Sardiman (2000:83) fungsi motivasi belajar ada tiga yakni sebagai berikut:
  1. Mendorong manusia untuk berbuat. Sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
  2. Menentukan arah perbuatan. Yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
  3. Menyeleksi perbuatan. Yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan yang tidak bermanfaat dengan tujuan tersebut.
Hamalik (2003:161) juga mengemukakan tiga fungsi motivasi, yaitu:
  1. Mendorong timbulnya kelakuan atau sesuatu perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar.
  2. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya menggerakkan perbuatan ke arah pencapaian tujuan yang di inginkan.
  3. Motivasi berfungsi penggerak. Motivasi ini berfungsi sebagai mesin, besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan atau perbuatan.
Jadi Fungsi motivasi secara umum adalah sebagai daya penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
E. Strategi Motivasi Belajar
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:
  1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
  2. Hadiah. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
  3. Saingan atau kompetisi. Guru berusaha mengadakan persaingan atau kompetisi di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
  4. Pujian. Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.
  5. Hukuman. Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
  6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.
  7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
  8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.
  9. Menggunakan metode yang bervariasi.
  10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
F. Pembahasan
Siswa termotivasi dalam kegiatan belajar ternyata bukan secara keseluruhan mata pelajaran, namun tergantung dari mata pelajaran yang mereka senangi. Pada mata pelajaran yang disenangi mereka senantiasa bersemangat dalam kegiatan belajarnya sebaliknya mereka akan malas belajar pada mata pelajaran yang tidak disenangi. Dari hasil penelitian ternyata semboyan-semboyan tentang motivasi tidak terlalu berpengaruh pada minat siswa karena itu hanya untuk memperindah ruangan kelas saja. Kegiatan ekstrakurikuler pun dapat diatasi dengan cara mereka masing-masing agar tidak mengganggu kegiatan belajar. Guru tak luput dari pandangan mereka dalam memahami pelajaran, cara guru dalam menuangkan pelajaran sangat berpengaruh pada minat belajar siswa. Guru harus dapat menjalankan misinya dengan efektif. Oleh karena itu peran guru sangat penting dalam membangun motivasi belajar siswa. Adapun faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi semangat belajar siswa yaitu dukungan dari orang tua, teman, dan pacar. Faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh karena stimulus-stimulus fiktif secara sadar atau tidak mempengaruhi hasrat mereka dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu diharapkan faktor-faktor tersebut dapat memberikan stimulus yang positif dan membawa kualitas prestasi siswa dapat berkembang dengan baik.
G. Kesimpulan
Motivasi belajar pada Sekolah Menengah Atas (SMA) tergantung dari mata pelajaran yang disenangi. Selain itu kondisi dalam kelas dan kondisi lingkungan di sekolah juga berpengaruh pada minat belajarnya di kelas. Secara nyata motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Siswa yang mempunyai kemampuan belajar tinggi, biasanya lebih termotivasi dalam belajar, karena siswa seperti itu lebih sering memperoleh sukses oleh karena kesuksesan memperkuat motivasinya. Kondisi lingkungan merupakan unsur-unsur yang datangnya dari luar diri siswa. Lingkungan siswa sebagaimana juga lingkungan individu pada umumnya ada tiga yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Jadi unsur-unsur yang mendukung atau menghambat kondisi lingkungan berasal dari ketiga lingkungan tersebut. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan cara guru harus berusaha mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menampilkan diri secara menarik dalam rangka membantu siswa termotivasi dalam belajar. Fungsi motivasi secara umum adalah sebagai daya penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
H. Saran
Saran yang dapat diajukan berdasarkan simpulan diatas yaitu motivasi belajar berperan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa, maka pihak sekolah hendaknya menanamkan motivasi belajar kepada siswa. Dan khusus untuk guru, di samping melaksanakan tugas-tugas mengajarnya hendaknya juga memberikan motivasi belajar terhadap siswa yang diajarnya. Demikian juga halnya dengan para siswa akan menjadi generasi muda yang tangguh dan mampu bersaing dalam menjalani hidupnya kelak di kemudian hari dan diharapkan siswa selalu melatih dirinya untuk lebih mengembangkan kemampuannya dan potensinya dalam menggali ilmu pengetahuan dan menerapkan komponen positifnya kedalam kehidupan nyata.
REFERENSI

EKSTRAKULIKULER DRUMBAND, UNGGULAN SMABOR


Drum Band merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang ada di SMA Swasta Borneo Bengkayang. Kegiatan Ekstrakulikuler ini diadakan seminggu sekali, setiap hari Sabtu. Dalam kegiatan ini selain ada unsur seninya, juga melatih koordinasi antara mata, tangan, pendengaran. Karena tanpa koordinasi yang baik antar beberapa hal tersebut maka suara yang indah tidak akan dihasilkan.
     Melalui kegiatan Drum Band siswa-siswi dapat belajar banyak hal diantaranya kedisiplinan, kekompakan serta percaya diri. Bagi anak yang memiliki kecerdasan musikal dan kinestetik kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini juga siswa dan siswi SMA Swasta Borneo Bengkayang juga dapat menyalurkan bakat dan minat mereka pada bidang seni, khususnya seni musik (drum band).



by: fran's

KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN SEKOLAH








Lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat atau wahana yang paling umum digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di Indonesia.
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekoloah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita.
             Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah. Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah dan kehilangan keindahannya. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman.
Bila lingkungan sehat maka semua mahkluk hidup yang ada disekeliling kita akan dapat bernafas dengan baik. Terutama kita sebagai siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan baik. Karena bila ruangan kelas bersih, pastilah udara akan sejuk. Dan oleh karena itu otak dapat menjalankan fungsi dan kegunaannya dengan sempurna.
Ada beberapa permasalahan penting yang harus kita bahas dalam Artikel ini, diantaranya :
1) Kebersihan lingkungan mendorong semangat belajar siswa
Dalam setiap aspek dan perilaku siswa tentunya tampak dari kebiasaan nya setiap hari. Demikianlah dengan lingkungan kelas bahkan lingkungan sekolah sekalipun. Bila lingkungan sekolah maupun lingkungan kelas termasuk ruangan kelas bersih dan ditata sebaik – baiknya, maka motivasi belajar yang timbulpun akan mengajak sahabat–sahabat untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.
2) Kebersihan lingkungan menjadi keunggulan sekolah
Kita tahu, bahwa kebersihan lingkungan sekolah juga berdampak dan berpengaruh besar bagi siswa terlebih lagi bagi sekolah itu sendiri. Karena semua orang pasti menyelidiki situasi maupun keadaan sekolah sebelum menjadi siswa disekolah tersebut. Jadi, untuk menjaga nama baik sekolah, setiap penggerak–penggeraknya harus menjaga kebersihan dan kenyamanan di sekolah serta keamanan disekolah. Terlebih dahulu bagi para siswa / siswi di SMA Swasta Borneo Bengkayang.
3) Perilaku sebagai cermin sekolah
Dalam setiap aspek, perilaku suatu individu mempengaruhi karakter masa depannya. Dengan demikian, sekolah dinilai oleh masyarakat setempat dengan melihat berbagai macam karakteristik seseorang siswa maupun sekelompok orang siswa di SMA Swasta Borneo Bengkayang. Inilah yang disebut dengan cermin kepribadian. Yaitu memperlihatkan karakteristik seorang siswa di SMA Swasta Borneo Bengkayang.
4) Kebersihan dapat memperlancar otak manusia
Perlu kita tahu bahwa lingkungan bersih atau tidaknya berdampak besar bagi otak manusia. Karena oksigen berupa O2 yang dihirup melalui paru–paru sebagian besar berfungsi untuk memperlancar peredaran darah melalui saraf otak manusia. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh manusia. Sehingga mereka dapat menjaga kebersihan lingkungan disekitarya.
5) Penanaman pohon baik untuk lingkungan
Penanaman pohon kembali atau yang paling identik dengan penghijauan dapat mempengaruhi besarnya jumlah oksigen yang dapat dihirup oleh manusia. Bila dilingkungan sekolah ditanami pohon–pohon rindang, maka di tempat itu pasti banyak terdapat oksigen yang bersih dan segar. Dan pohon–pohonan juga dapat mengurangi polusi dan sinar matahari secara langsung.
Lingkungan adalah sesuatu gejala alam yang ada disekitar kita, dimana terdapat interaksi antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup). Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku.Oemar Hamalik (2004 : 194) dalam teorinya “Kembali ke Alam” menunjukan betapa pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan peserta didik. Menurut Oemar Hamalik (2004: 195) Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan yang berada disekitar kita dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi:
  1. Masyarakat disekeliling sekolah
  2. Lingkungan fisik disekitar sekolah, Bahan- bahan yang tersisa atau tidak dipakai dan bahan- bahan bekas dan bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau alat bantu dalam belajar; dan Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Dengan adanya pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran ini guru berharap siswa akan lebih akrab dengan lingkungan sehingga menumbuhkan rasa cinta akan lingkungan sekitarnya. Langkah awal yang dapat dilakukan (Asnawir & Usman, 2002: 109):
  1. Menanami halaman sekolah dengan tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga;
  2. Membawa tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan ke dalam kelas;
  3. Mengusahakan mengoleksi rumput-rumputan dan daun-daunan (herbarium), serangga (insektarium), ikan dan binatang air (aquarium);
  4. Menggunakan batu-batuan dan kerang-kerangan, semua ini dapat dijadikan sebagai sumber pelajaran.
PENUTUP
Lingkungan merupakan salah satu tempat atau wahana untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, karena dapat menumbuhkan minat dan merangsang mereka untuk berbuat dan membuktikannya. Tetapi kebersihan dan keindahan lingkungan tersebut  juga mempengaruhi terhadap cara belajar siswa/siswi termasuk Sekolah Menengah Atas.

sumber : http://perfect-december.blogspot.co.id/

copy: Fransiskus Antonius, S.Pd

    Senin, 26 Februari 2018

    Pentingnya Pendidikan Karakter

    Tingkat kejahatan semakin hari sepertinya semakin meningkat dan pelakunya lebih sering kita temukan adalah kalangan remaja. Tawuran  siswa antar sekolah merupakan pemandangan yang biasa kita temukan dengan segala dampak yang ditimbulkan.  Dalam hal seperti ini siapa yang harus disalahkan? Tekanan /hasutan rekan Sekolah yang tidak memberi umpan balik kepada orang tua saat anak mulai bereaksi? Atau orang tua yang tidak pernah meluangkan waktu untuk menarik perhatian anak terhadap pentingnya karakter yang baik?

    Tidak mudah untuk mengajari anak benar dari yang salah tapi cara mudah adalah dengan memberi arahan/petunjuk. Dalam menginginkan seorang anak menjadi jujur, dapat dipercaya, pemaaf dan hormat, sesibukkan apapun aktivitas anda diluar rumah sebaiknya anda luangkan waktu untuk mereka.Cukup banyak yang bisa dilakukan dalam membentuk karakter anak, misalkan dengan melibatkan buah hati anda dalam kegiatan amal seperti mengunjungi panti asuhan, mengunjungi anak-anak yang menderita penyakit kanker dirumah sakit maupun cara cara lainnya dirasa patut untuk dikenalkan kepada anak. , karakter anak Anda tidak hanya dibangun, tapi ikatan antara Anda dan anak Anda diperkuat saat Anda menghabiskan waktu bersamanya.Tips Yang Bisa Anda Kenalkan dalam Pendidikan dan Pengembagan Karakter Anak Dilingkungan Keluarga.

    1. Pujian

    Jangan pernah pelit dengan kata-kata pujian saat anak Anda telah melakukan sesuatu yang patut dipuji. Jika dia datang kepada Anda dan mengatakan yang sebenarnya, ya, dia menyembunyikan mainan adik laki-lakinya, dan bukannya meneriakkan kepalamu dengan impulsif, terima kasih atas kejujurannya dan serahkan teguran lembut atas tindakan ‘menyembunyikan mainan tersebut’. Jika anak Anda telah membuat tempat tidur atau memberi makan kelinci keluarga tanpa diminta, tepukan di punggung dan kata pujian harus diberikan. Lagi pula, sedikit pujian berjalan sangat jauh.

    1. Cinta

    Anak-anak mengerti bagian kasih sayang dan menyenangkan dari cinta, tapi apakah mereka mengerti bahwa mencintai seseorang berarti kemauan untuk berkorban untuk mereka dan kadang-kadang memakainya terlebih dulu? Tantanglah anak Anda untuk membiarkan teman atau saudara kandung ” anda pergi dulu” ketika saatnya untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, atau nikmati perawatan, atau bahkan mengantre di sekolah. Belajar untuk menempatkan keinginan pribadi di samping dan menginginkan kebaikan bagi orang lain adalah tanda pasti cinta!

    1. Kebaikan

    Jika kebaikan adalah apa yang Anda inginkan untuk anak Anda, berilah dia cara khusus untuk mengenali kebutuhan dan menawarkan kebaikan kepada orang lain. Mungkin untuk melihat-lihat taman bermain dan melihat apakah ada orang yang ditinggalkan atau bermain sendiri, dan meminta mereka untuk bergabung dengan kelompok teman-temannya. Ini adalah isyarat sederhana, dan melatihnya untuk memikirkan orang lain dan bertindak.

    1. Kesabaran

    Anak anak ibarat kertas putih yang polos dan botol kosong, apapun yang kita lakukan akan ditiru  sama mereka, karena anak kecil lebih cendrung meniru apa yang mereka lihat pada orang dewasa.

    1. Kelembutan

    Ini bisa lebih sulit dijelaskan sampai Anda menemukan contoh kurangnya kelembutan. Misalnya, jika Anda menemukn anak Anda mengatakan sesuatu yang kasar atau menyakitkan (bahkan jika itu benar), hentikan mereka dan kata yang lembut, “Itu tidak terlalu baik, dan bisa menyakiti perasaan seseorang jika mereka mendengar Anda mengatakannya.” Lalu, baik itu menginstruksikan mereka untuk tidak berkomentar mengenai topik sama sekali (seperti pada penampilan orang lain, kecuali untuk memberikan pujian), atau menunjukkan cara yang lebih lembut untuk mengkomunikasikan gagasan tersebut.

    1. Pengendalian diri

    Salah satu ciri karakter terbesar yang dapat dilakukan anak Anda adalah pengendalian diri. Belajar memonitor dan melindungi perilaku mereka sendiri sangat penting untuk hubungan baik dan kesuksesan dalam hidup. Tantang anak Anda untuk menghitung sampai lima sebelum menanggapi kata atau perbuatan untuk hal-hal yang membuat mereka marah atau bersemangat. Dalam lima detik itu, ingatkan mereka untuk bertanya, “Apa ini yang ingin saya lakukan / katakan? Apakah hal yang tepat untuk dilakukan / katakan? ”

    1. Kesetiaan

    Menjaga komitmen merupakan suatu hal yang sulit bila tidak dikenalkan da dibiasakan sejak dini. latihlah anak Anda untuk menjadi seorang yang setia dan komit. Salah satu latihan yang bagus adalah pekerjaan rumah tangga. Anak Anda harus diingatkan bahwa itu adalah tanggung jawabnya, dan bahwa dia harus setia menyelesaikannya–(orang lain mengandalkannya)! Mengabaikan apa yang telah Anda janjikan untuk dilakukan adalah tidak setia. Persahabatan adalah arena lain untuk belajar tentang kesetiaan. Dorong anak Anda untuk berinvestasi pada teman baik, dan menolak melepaskannya saat seseorang yang lebih menarik datang. Dia ingin menjadi teman yang bisa diandalkan orang lain.