LATAR BELAKANG
| ||||
Dalam upaya menjawab tantangan dan persaingan bebas , kehadiran Yayasan Pendidikan Borneo Bengkayang
merupakan wujud nyata Lembaga Pendidikan yang me-miliki komitmen
dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bengkayang sesuai
dengan semangat otonomi daerah.
Tamatan
SMP Negeri dan Swasta di kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang
belum tertampung di SMA yang ada. Kehadiran SMA Borneo Bengkayang
adalah untuk memberikan kepastian dan pelayanan pendidikan kepada
masyarakat dari berbagai lapisan , suku , agama dan budaya.
Sekolah
Menengah Atas ( SMA ) Borneo Bengkayang hadir di tengah masyarakat
yang berusaha mencari pendidikan yang ber-kualitas dengan didasari
Iman dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keha-dirannya menawarkan
pendidikan yang plus.
| ||||
B
|
VISI DAN MISI
| |||
VISI SMA BORNEO BENGKAYANG :
Menjadikan
SMA Borneo Bengkayang sebagai lembaga pendidikan yang mampu
menghasilkan insan-insan terdidik , berpres-tasi dalam segala segi ,
berbudaya dan beretika serta menumbuh-kembangkan sikap kebersamaan
dalam suasana yang religius
MISI SMA BORNEO BENGKAYANG :
| ||||
1.
|
Meningkatkan mutu pendidikan dan teknologi tepat guna.
| |||
2.
|
Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan bimbingan yang efektif
| |||
3.
|
Menumbuhkembangkan iklim persaingan yang sehat
| |||
4.
|
Menggali , mengembangkan dan menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa secara maksimal
| |||
5.
|
Menumbuhkembangkan minat siswa dalam seni dan budaya dengan tidak melupakan seni dan budaya daerah
| |||
6.
|
Menumbuhkan rasa tanggung jawab warga sekolah dalam mengem-bangkan dan memajukan sekolah
| |||
7.
|
Membiasakan
siswa untuk hidup disiplin terhadap waktu , terhadap tata tertib
sekolah serta membiasakan untuk disiplin dalam giat belajar sehingga
menjadi kebiasaan dalam kehidupannya
| |||
8.
|
Melaksanakan
bimbingan dalam peng-hayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut
siswa serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
| |||
C.
|
KURIKULUM
| |||
Kurikulum
yang berlaku di SMA Borneo Bengkayang mulai kelas X menggunakan K13, XI s.d. XII sudah
menggunakan KTSP dengan tetap menjadikan Bahasa Mandarin sebagai mata
pelajaran plus / unggulan. Untuk memperoleh lulusan yang berkualitas ,
maka SMA Borneo Bengkayang terus berbenah diri dalam memenuhi
tuntutan UU nomor 20 tahun 2003 tentang 8 Standar Nasional Pendidikan.
Perbaikan proses pembelajaran , Penam-bahan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang memenuhi kualifikasi akademik serta pengelolaan yang lebih profesional
| ||||
D.
|
PENANGGUNG JAWAB
| |||
Sekolah
Menengah Atas (SMA) Borneo Bengkayang didirikan oleh Yayasan
Pendidikan Borneo Bengkayang dengan Akte Notaris No. 28 tanggal 29 April
2000. SMA
Borneo Bengkayang didirikan dengan Surat Izin Operasional (SIO) Nomor
421.3/ 642/Pend/2001 dan Izin Prinsip dari Bupati Bengkayang Nomor
421/882/ Sos/2001
| ||||
Lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat atau wahana yang paling umum digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar di Indonesia.
Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekoloah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita.
Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah. Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah dan kehilangan keindahannya. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman.
Bila lingkungan sehat maka semua mahkluk hidup yang ada disekeliling kita akan dapat bernafas dengan baik. Terutama kita sebagai siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan baik. Karena bila ruangan kelas bersih, pastilah udara akan sejuk. Dan oleh karena itu otak dapat menjalankan fungsi dan kegunaannya dengan sempurna.
Ada beberapa permasalahan penting yang harus kita bahas dalam Artikel ini, diantaranya :
1) Kebersihan lingkungan mendorong semangat belajar siswa
Dalam setiap aspek dan perilaku siswa tentunya tampak dari kebiasaan nya setiap hari. Demikianlah dengan lingkungan kelas bahkan lingkungan sekolah sekalipun. Bila lingkungan sekolah maupun lingkungan kelas termasuk ruangan kelas bersih dan ditata sebaik – baiknya, maka motivasi belajar yang timbulpun akan mengajak sahabat–sahabat untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.
2) Kebersihan lingkungan menjadi keunggulan sekolah
Kita tahu, bahwa kebersihan lingkungan sekolah juga berdampak dan berpengaruh besar bagi siswa terlebih lagi bagi sekolah itu sendiri. Karena semua orang pasti menyelidiki situasi maupun keadaan sekolah sebelum menjadi siswa disekolah tersebut. Jadi, untuk menjaga nama baik sekolah, setiap penggerak–penggeraknya harus menjaga kebersihan dan kenyamanan di sekolah serta keamanan disekolah. Terlebih dahulu bagi para siswa / siswi di SMA Swasta Borneo Bengkayang.
3) Perilaku sebagai cermin sekolah
Dalam setiap aspek, perilaku suatu individu mempengaruhi karakter masa depannya. Dengan demikian, sekolah dinilai oleh masyarakat setempat dengan melihat berbagai macam karakteristik seseorang siswa maupun sekelompok orang siswa di SMA Swasta Borneo Bengkayang. Inilah yang disebut dengan cermin kepribadian. Yaitu memperlihatkan karakteristik seorang siswa di SMA Swasta Borneo Bengkayang.
4) Kebersihan dapat memperlancar otak manusia
Perlu kita tahu bahwa lingkungan bersih atau tidaknya berdampak besar bagi otak manusia. Karena oksigen berupa O2 yang dihirup melalui paru–paru sebagian besar berfungsi untuk memperlancar peredaran darah melalui saraf otak manusia. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh manusia. Sehingga mereka dapat menjaga kebersihan lingkungan disekitarya.
5) Penanaman pohon baik untuk lingkungan
Penanaman pohon kembali atau yang paling identik dengan penghijauan dapat mempengaruhi besarnya jumlah oksigen yang dapat dihirup oleh manusia. Bila dilingkungan sekolah ditanami pohon–pohon rindang, maka di tempat itu pasti banyak terdapat oksigen yang bersih dan segar. Dan pohon–pohonan juga dapat mengurangi polusi dan sinar matahari secara langsung.
Lingkungan adalah sesuatu gejala alam yang ada disekitar kita, dimana terdapat interaksi antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup). Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku.Oemar Hamalik (2004 : 194) dalam teorinya “Kembali ke Alam” menunjukan betapa pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan peserta didik. Menurut Oemar Hamalik (2004: 195) Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan yang berada disekitar kita dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi:
- Masyarakat disekeliling sekolah
- Lingkungan fisik disekitar sekolah, Bahan- bahan yang tersisa atau tidak dipakai dan bahan- bahan bekas dan bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau alat bantu dalam belajar; dan Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Dengan adanya pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran ini guru berharap siswa akan lebih akrab dengan lingkungan sehingga menumbuhkan rasa cinta akan lingkungan sekitarnya. Langkah awal yang dapat dilakukan (Asnawir & Usman, 2002: 109):
- Menanami halaman sekolah dengan tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga;
- Membawa tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan ke dalam kelas;
- Mengusahakan mengoleksi rumput-rumputan dan daun-daunan (herbarium), serangga (insektarium), ikan dan binatang air (aquarium);
- Menggunakan batu-batuan dan kerang-kerangan, semua ini dapat dijadikan sebagai sumber pelajaran.
PENUTUP
Lingkungan merupakan salah satu tempat atau wahana untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, karena dapat menumbuhkan minat dan merangsang mereka untuk berbuat dan membuktikannya. Tetapi kebersihan dan keindahan lingkungan tersebut juga mempengaruhi terhadap cara belajar siswa/siswi termasuk Sekolah Menengah Atas.
sumber : http://perfect-december.blogspot.co.id/
Lingkungan merupakan salah satu tempat atau wahana untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, karena dapat menumbuhkan minat dan merangsang mereka untuk berbuat dan membuktikannya. Tetapi kebersihan dan keindahan lingkungan tersebut juga mempengaruhi terhadap cara belajar siswa/siswi termasuk Sekolah Menengah Atas.
sumber : http://perfect-december.blogspot.co.id/

